<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805</id><updated>2011-11-11T07:21:17.172-08:00</updated><title type='text'>Awwaluddin Jalil JS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-1204364929492264254</id><published>2011-05-13T22:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T22:17:25.085-07:00</updated><title type='text'>Manginjak Garis Tengah Bumi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JiwZI-FH6IE/Tc4P-Nn6HhI/AAAAAAAAAJQ/LWgY9lAQosw/s1600/DSC_0222.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JiwZI-FH6IE/Tc4P-Nn6HhI/AAAAAAAAAJQ/LWgY9lAQosw/s320/DSC_0222.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606436147606199826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UuchvLuiNtM/Tc4P9zshyxI/AAAAAAAAAJI/tQuQHVgcE00/s1600/DSC_0180.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-UuchvLuiNtM/Tc4P9zshyxI/AAAAAAAAAJI/tQuQHVgcE00/s320/DSC_0180.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606436140646255378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9--a6jMNNtk/Tc4P9rbsWsI/AAAAAAAAAJA/3RdttSXIIwA/s1600/DSC_0131.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9--a6jMNNtk/Tc4P9rbsWsI/AAAAAAAAAJA/3RdttSXIIwA/s320/DSC_0131.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606436138428160706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XoDu-HbMPlk/Tc4P9cXyzEI/AAAAAAAAAI4/t6ghk6WQlzo/s1600/DSC_0126.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XoDu-HbMPlk/Tc4P9cXyzEI/AAAAAAAAAI4/t6ghk6WQlzo/s320/DSC_0126.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606436134385273922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berkunjung ke tempat yang menunjukkan letak geografis bumi membangun keinginan untuk terus menggali ilmu pengetahuan soal peta bumi, begitu pula saat berkunjung ke Tugu Katulistiwa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tugu Katulistiwa ini terletak di Jalan Poros Bontang-Samarinda, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tugu ini sebenarnya sudah cukup lama didirikan, persisnya tanggal 3 Juli 1993 saat Panglima ABRI masih dijabat oleh Jenderal Feisal Tanjung.  Awal berdiri, seluruh bangunan terbuat dari kayu. Setelah berjalannya waktu, tugu ini mulai keropos. Selain kotor karena tidak terawat, bangunan ini jarang dikunjungi. Kurangnya kunjungan dimaklumi, sebab lokasi tugu tidak terlihat dari pinggir jalan. Meski hanya berjarak 200 meter, namun karena tertutup pohon, banyak orang tak mengetahui jika ada Tugu Katulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah dilakukan renovasi, perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Bentuk asli bangunan dipertahankan. Namun kali ini dibuat permanen. Setelah selesai renovasi dengan biaya bantuan dari PT Kaltim Methanol Industri, tugu ini dibuka untuk umum.&lt;br /&gt;Bangunan ini berbentuk lingkaran dan memiliki tinggi kurang lebih 30 meter. Di puncak bangunan dipasang arah mata angin dan posisi persis lokasi ini berdasar garis bumi, 00o 00’ 00” dan 117o 21’ 47” Bujur Timur. Pengunjuk dapat naik ke atas puncak tugu dengan tangga melingkar terbuat dari besi yang berada di tengah bangunan..&lt;br /&gt;Dari puncak bangunan kita bisa melihat suasana Desa Santan Ulu. Dari puncak  tugu kita juga bisa melihat searah garis lurus mengikuti garis katulistiwa, ke timur maupun ke barat. Pada lantai dasar, pengunjung dapat melihat sejumlah foto Tugu Katulistiwa di sejumlah negara yang dilintasi garis katulistiwa. Selain itu, terpasang foto bangunan tugu lama, proses renovasi dan peresmian bangunan baru pada 24 Maret 2011 lalu.&lt;br /&gt;Pada tugu peresmian renovasi, Bupati Kukar Rita Widyasari tampak membubuhkan tanda tangan bersama Danrem 091 Aji Surya Natakesuma  Kolonel Inf Aries Martanto. Presiden Komisaris PT Kaltim Methanol Industri,  Ir Wardijasa dan Direktur Utama Toshiya Tanuguchi. &lt;br /&gt;Selain merenovasi bangunan utama, jalan menuju tugu juga dibangun dengan baik terbuat dari semen.&lt;br /&gt;Di lokasi ini juga disediakan tempat parkir sehingga menambah kenyamanan pengunjung. Persis di samping tempat parkir, digambarkan peta bumi dengan garis katulistiwa berwarna merah. Garis ini mempertegas kalau itu adalah garis tengah bumi sesungguhnya.&lt;br /&gt;Selain di tempat parkir, di jalan raya yang menghubungkan Samarinda dan Bontang juga digambarkan peta yang sama. Garis merah juga dibuat membelah peta tersebut mempertegas garis tengah bumi. Jika kita melintas di jalan tersebut, kita akan sadar bahwa telah melewati garis tengah bumi menuju belahan bumi yang lain.&lt;br /&gt;Sebelum direnovasi, banyak orang tidak tahu kalau di lokasi ini ada tugu katulistiwa. Berkat gambar peta bumi dan garis merah yang membelahnya digambar di jalan, banyak pengendara yang lewat mengetahui jika ada tugu katulistiwa di tempat ini. Papan nama dari dua arah juga mempertegas lokasi tugu ini.&lt;br /&gt;Meski baru saja diresmikan setelah direnovasi, banyak orang yang sudah berkunjung. Paling tidak banyak pengendara yang singgah beristirahat di tempat ini. Tugu ini terbuka untuk umum  tanpa retribusi alias gratis. Pada hari tertentu yang ramai pengunjung seperti hari libur, bangunan utama akan dibuka. Pada hari lainnya bangunan ini terkunci rapat. &lt;br /&gt;Pemegang kunci adalah warga sekitar sehingga tidak sulit bagi kita untuk masuk. Apalagi jika datang dengan rombongan yang banyak, tentu akan dibuka.&lt;br /&gt;Di lokasi ini ada satu kekurangan, tidak ada tempat untuk bersantai. Pedagang makanan pun tak ada. Ini yang banyak disayangkan pengunjung. Di sekitar lokasi tugu, juga tidak ada toko menjual makanan dan minuman. “Paling tidak ada tempat bersantai sambil makan maupun minum. Lebih bagus lagi kalau di sini ada semacam café,” ujar Abdi, pengunjung dari Bontang.&lt;br /&gt;Seperti tempat wisata pada umumnya, tempat bersantai adalah lokasi yang paling dicari. Demi meningkatkan jumlah kunjungan, pengelola Tugu Katulistiwa sebaiknya menyediakan tempat bersantai. Selain bisa menikmati berada di tengah garis katulistiwa, suasana hutan yang asri juga membuat tempat ini tambah mengasyikkan.&lt;br /&gt;Selanjutnya yang paling penting adalah bagaimana merawat tugu ini dengan sebaik mungkin. Akan sangat sia-sia jika hanya dalam beberapa waktu ke depan bangunan ini rusak. Tugu ini juga bisa menjadi taman pendidikan atau wisata pendidikan menambah wawasan Geografi bagi siapa saja. Aksi vandalisme juga harus dicegah karena dapat merusak keindahannya. &lt;br /&gt;Seperti tempat wisata pada umumnya yang banyak dijadikan tempat mojok pasangan muda-mudi, bangunan ini dan lokasi disekitarnya harus dicegah dari aksi mesum. Biarkan tempat ini menampilkan aura pendidikannya dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-1204364929492264254?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/1204364929492264254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=1204364929492264254&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1204364929492264254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1204364929492264254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2011/05/manginjak-garis-tengah-bumi.html' title='Manginjak Garis Tengah Bumi'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JiwZI-FH6IE/Tc4P-Nn6HhI/AAAAAAAAAJQ/LWgY9lAQosw/s72-c/DSC_0222.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-8396413327908161536</id><published>2011-04-20T08:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T08:40:48.253-07:00</updated><title type='text'>Tempat Istirahat Di Atas Gunung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-oGm06JI6B4s/Ta79t21BLII/AAAAAAAAAIw/rwr6YuBHWsU/s1600/air%2Bterjun%2B%25283%2529.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-oGm06JI6B4s/Ta79t21BLII/AAAAAAAAAIw/rwr6YuBHWsU/s320/air%2Bterjun%2B%25283%2529.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597690351121935490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;Air Terjun Gunung Rambutan adalah tempat istirahat favorit bagi pengguna jalan trans Kalimantan yang menghubungkan Kaltim-Kalsel.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bagi anda pengguna jalan darat yang ingin bepergian ke Kalimantan Selatan, tentu tidak asing lagi dengan tempat ini. Selain nyaman sebagai tempat istirahat, air terjun yang ada di gunung tersebut dapat mengurangi rasa lelah selama perjalanan. Atau setidaknya dapat menjadi pemandangan menarik jika sempat melihatnya dari dalam kendaraan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Air terjun ini memang tidak deras dan volume air juga tidak banyak. Untuk air yang terjun juga tidak tinggi, paling tinggi hanya hampir dua meter. Namun segarnya air pegunungan membuat kesegaran tersendiri bagi yang ingin singgah. Air mengalir turun dari puncak bukit setinggi hampir 50 meter. Mendekati bagian bawah, terbentuk air terjun yang tidak tinggi. Pada bagian bawah, warga secara swadaya membuat kolam kecil sebelum air terus turun ke arah lembah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Air yang turun volumenya berubah sewaktu-waktu, tergantung curah hujan pada hari itu. Pada musim kemarau kadang tidak ada air sama sekali. Namun inilah yang menjadi ciri khas kebanyakan air terjun di Kalimantan. Curah hujan sangat mempengaruhi volume air terjun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Posisinya yang persis berada di pinggir jalan, membuatnya mudah terlihat. Banyak pengendara roda dua yang tak tahan hati untuk tidak singgah. Pengendara roda empat, kebanyakan kendaraan pribadi, juga tidak ketinggalan untuk singgah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain itu, sejumlah warung makan juga tampak berjejer melengkapi lokasi istirahat yang nyaman. Tak banyak memang tempat-tempat seperti ini. Selain menawarkan keindahan lokasi dengan pemandangannya, juga tersedia tempat makan untuk melepas rasa lapar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sayangnya, jalan di sepanjang Gunung Rambutan terbilang sempit. Untuk tikungan saja, sebuah mobil harus mengalah terlebih dahulu untuk memberikan jalan sebelum bisa melintas. Tak heran jika banyak cerita tragedi kecelakaan terjadi di tempat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di lokasi air terjun sendiri, posisinya persis berada di tikungan. Ini juga salah satu alasan yang membuat sejumlah kendaraan roda empat atau lebih mengurungkan niat untuk singgah. Sulit dapat tempat parkir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebanyakan yang singgah adalah pengendara roda dua. Mereka memang sengaja singgah karena dilokasi ini selain bisa beristirahat makan, juga bisa melepas penat dengan menikmati air terjun yang sejuk. Meski tidak berenang, warga di sekitar lokasi menyediakan kamar mandi yang cukup banyak. Tidak hanya itu, sebuah musholla juga tersedia berkat swadaya masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Saya sering singgah, kalau sangat penat, saya biasanya suka mandi. Apalagi perjalanan dari Kalsesl cukup jauh, sementara Samarinda masih beberapa jam lagi. Lumayan buat hilangkan peluh,” ujar Rafi, warga Barabai, Kalsel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rafi yang menggunakan sepeda motor memang menjadikan lokasi ini sebagai tempat favorit untuk disinggahi. Ia juga mengaku, kawan-kawannya yang lain sesama bikers dari Kalsel sangat suka singgah di lokasi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari Gunung Rambutan yang cukup tinggi juga tersaji pemandangan yang indah. Hamparan hijau pepohonan membuat mata lelah selama perjalan langsung takjub dan bisa sedikit menyegarkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika sesekali anda melakukan perjalanan dari Kaltim ke Kalsel atau sebaliknya melalui jalur darat, jangan lewatkan untuk singgah sejenak. Tempat yang tepat untuk menghilangkan kepenatan selama perjalanan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-8396413327908161536?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/8396413327908161536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=8396413327908161536&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/8396413327908161536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/8396413327908161536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2011/04/normal-0-false-false-false.html' title='Tempat Istirahat Di Atas Gunung'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-oGm06JI6B4s/Ta79t21BLII/AAAAAAAAAIw/rwr6YuBHWsU/s72-c/air%2Bterjun%2B%25283%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-2662751874287540830</id><published>2011-01-14T18:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T18:22:21.662-08:00</updated><title type='text'>Terus Terbang Hingga Dinyatakan Tak sanggup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TTEEskemnKI/AAAAAAAAAIk/y7OdKGgjjfE/s1600/DSC_0281.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TTEEskemnKI/AAAAAAAAAIk/y7OdKGgjjfE/s400/DSC_0281.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562232178532064418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TTEENbbcS4I/AAAAAAAAAIc/IpQnbUcHtrQ/s1600/DSC_0263.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TTEENbbcS4I/AAAAAAAAAIc/IpQnbUcHtrQ/s400/DSC_0263.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562231643526941570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kecintaan Terhadap sesuatu harus dengan konsistensi. Tak bertemu dengannya terasa ada yang kurang dalam hidup ini. Seperti profil berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Si Gagak Tua adalah gelar yang diberikan rekan-rekanya sesama penerjun payung. Ia pun bertekad terus terbang hingga divonis tidak sanggup lagi.&lt;/span&gt; Sarwidi M adalah penerjun terakhir dalam rangkaian aksi terjun payung memeriahkan upacara HUT Provinsi Kaltim di stadion Sempaja, 13 Januari lalu. Dari 15 penerjun, ia mengemban misi berat. Membawa dan mengibarkan bendera merah putih. Berbeda dengan penerjun lain yang membawa bendera ucapan selamat dari berbagai Kabupaten dan Kota di Kaltim, Sarwidi harus menjaga agar agar bendera tidak menyentuh tanah. &lt;/p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sesaat menjelang pendaratan, anggota Batalyon 464 Paskhas TNI AU ini terlihat sangat tenang. Maklum, anggota TNI AU berpangkat Pelda ini pemegang catatan penerbangan yang sangat prestisius, 1992 kali melakukan penerjunan. Melihat catatan ini, wajar jika ia sangat berpengalaman dan menjadi contoh sesama penerjun lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena membawa bendera merah putih, landing yang dilakukannya tidak sempurna. Ia terlihat berupaya agar bendera tetap berkibar ke arah belakang. Posisi berndera yang bergantung di bawah membuatnya harus senantiasa menjaga bendera tetap berkibar ke belakang, sebab jika gagal bendera tersebut bisa terinjak olehnya. Sesaat menjelang pendaratan, ia terlihat berupaya menjaga posisi bendera, sayang ia tidak mempersiapkan diri untuk mendarat hingga membuatnya sedikit tersungkur. Bendera merah putih sendiri tidak menyentuh tanah karena langsung disambut penerjun lain yang lebih dulu mendarat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pelda Sarwidi M pertama kali melakukan penerjunan pada tahun 1990. Selama itu ia terus berlatih hingga mencapai angka penerjunan yang sangat tinggi. Ia mengaku, sangat ketagihan dengan aksi berbahaya itu. Ditanya soal rasa takut, Sarwidi juga mengaku memiliki rasa takut, hanya saja terus ia lawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Sebagai seorang manusia saya juga memiliki rasa takut, tapi rasa takut itu terus dilawan. Saya serahkan semuanya sama yang di atas. Kalau memang sudah waktunya, kita tidak mungkin melawan. Dengan cara seperti itu, rasa takut bisa dikendalikan,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mengenai pengalamannya selama penerjunan, sejauh ini tidak pernah mengalami peristiwa yang hampir merenggut nyawanya. Masalah yang sering terjadi adalah trouble parasut yang tidak mau mengembang. Suatu ketika dalam sebuah penerjunan, payung utama Sarwidi macet, tidak berkembang. Beruntung dalam standar operasi penerbang harus membawa dua parasut untuk mengantisipasi kemacetan parasut pertama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Begitu macet, parasut utama langsung saya buang. Parasut cadangan saya pakai hingga landing dengan selamat,” ujar Pria kelahiran 12 Desember 1958 ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setiap penerjunan, Sarwidi memang mengaku selalu was-was. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak hanya soal parasut yang tidak mengembang, tapi juga soal landing. Salah mendarat juga berakibat fatal. Sejauh ini ia belum pernah mengalami masalah saat landing, kalaupun ada paling tidak parah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Biasanya hanya keseleo kaki, soalnya landing sering tidak sempurna,” katanya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Satu catatan lagi saat penerjunan kemarin, Sarwidi tidak menggunakan pelindung kepala. Hal ini membuktikan pengalamannya dalam penerjunan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia terlihat sangat percaya diri dan yakin dengan alat yang digunakannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Usai melakukan penerjunan, ia bersama rekannya yang lain memberikan salam komando kepada Gubernur Kaltim beserta pejabat dan unsur Muspida yang lain. Tidak hanya itu, sebagai penerjun senior, ia menyerahkan bendera merah putih yang dibawanya kepada Gubernur Kaltim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sarwidi sejak kecil memang tidak berniat menjadi tentara apalagi penerjun. Ia hanya berniat menjadi seorang pegawai. Usai meluluskan pendidikannya di SLTA, ia kemudian merantau dari tanah kelahirannya hingga akhirnya mendaftar menjadi tentara pada tahun 1979. Pada tahun 1990 ia melakukan penerjunan pertama kali di Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pria beristrikan Emi Mulyani ini bertekad tidak akan berhenti menjadi penerjun. Baginya terjun payung adalah hidupnya. Kini ia dikaruniai dua orang anak putra dan putri. ”Saya terlambat menikah, mungkin karena asyik jadi penerjun. Saya menikah diusia 41 tahun,” ujarnya seraya tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gagak tua adalah gelar yang diberikan kepadanya. ”Mungkin karena hitam saya dikasih gelar gagak. Tua karena mungkin saya memang sudah tua,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia kini telah memasuki masa pensiun karena usianya sudah lebih dari 53 tahun. Meski demikian ia bertekad untuk terus terjun payung. Pada usia pensiun, ia lebih bergelut menjadi atlit terjun payung. Beberapa event kejuaran sering ia ikuti baik nasional maupun internasional. Terakhir kejuaraan yang diikutinya adalah kejuaraan tingkat Asia-Ocenia di Solo tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Saya tidak akan berhenti menjadi penerjun hingga dinyatakan tidak sanggup lagi,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-2662751874287540830?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/2662751874287540830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=2662751874287540830&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/2662751874287540830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/2662751874287540830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2011/01/terus-terbang-hingga-dinyatakan-tak.html' title='Terus Terbang Hingga Dinyatakan Tak sanggup'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TTEEskemnKI/AAAAAAAAAIk/y7OdKGgjjfE/s72-c/DSC_0281.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-5401540478538371914</id><published>2010-06-03T09:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T09:56:16.245-07:00</updated><title type='text'>Sore itu bukan penutup atau pulang, melainkan kembali bersiap...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TAfeluUa1cI/AAAAAAAAAHc/evGR1uK5YNU/s1600/latar+webs+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TAfeluUa1cI/AAAAAAAAAHc/evGR1uK5YNU/s400/latar+webs+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478592211389699522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore hari bagi manusia bisa beragam jika digambarkan. Seorang fotografer pencari sunset akan sangat memanfaatkan moment menjelang matahari turun sebagai bidikan kameranya. Seorang petani, buruh dan pekerja lainnya barangkali menganggap sore saatnya untuk pulang, bersitirahat dan berkumpul bersama keluarga. Seorang nelayan, malam menjelang adalah saatnya untuk bekerja.&lt;br /&gt;Tapi bagi saya, sore sebenarnya tidak memiliki makna yang berlebihan. Hanya penanda jika hari telah berakhir, aktifitas segera dihentikan, dan sesegera mungkin pulang menemui orang yang dicintai untuk sekedar melihat senyumannya.&lt;br /&gt;Tapi ternyata, sore itu rupanya adalah awal, bukan pagi -ini pandanganku lho ya-. Kenapa begitu, karena sore hari adalah waktu untuk mengevaluasi dan menilai hasil hari ini untuk melanjutkan di esok hari. Kenapa bukan saat malam, karena malam tepat untuk beristirahat. Pagi? tentu untuk mulai menjalankan hasil yang dievaluasi sore kemarin.&lt;br /&gt;Maka indahnya sore, memandang sinar emas di sisi barat langit, dan melihat gelap mulai tampil, saatnya mempersiapkan diri. Melihat sejenak ke belakang apa yang telah kita lakukan dan bersiap untuk memperbaikinya keesokan hari. Sore juga baik untuk menyusun rencana, memetakan masalah, dan bersiap menghadapi segala tantangan dengan penuh keyakinan sebelum mata terpejam, tertidur dan terbangun dengan siaga dalam kondisi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-5401540478538371914?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/5401540478538371914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=5401540478538371914&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/5401540478538371914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/5401540478538371914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2010/06/sore-itu-bukan-penutup-atau-pulang.html' title='Sore itu bukan penutup atau pulang, melainkan kembali bersiap...'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TAfeluUa1cI/AAAAAAAAAHc/evGR1uK5YNU/s72-c/latar+webs+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-2140036033090063362</id><published>2009-04-16T07:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T08:02:23.075-07:00</updated><title type='text'>Berkeliling Samarinda Dari Udara Menggunakan Helikopter</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SedIAicbxhI/AAAAAAAAAG8/qVdHwTuVyWY/s1600-h/DSC_0861.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SedIAicbxhI/AAAAAAAAAG8/qVdHwTuVyWY/s400/DSC_0861.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325304258472166930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SedHroDm3EI/AAAAAAAAAG0/fsba60XxCDU/s1600-h/DSC_0810.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SedHroDm3EI/AAAAAAAAAG0/fsba60XxCDU/s400/DSC_0810.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325303899201395778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SedHRwm5ZDI/AAAAAAAAAGs/sjWByaVV7uQ/s1600-h/DSC_0699.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SedHRwm5ZDI/AAAAAAAAAGs/sjWByaVV7uQ/s400/DSC_0699.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325303454820295730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melihat Kota Samarinda memang memberikan pandangan yang jauh berbeda tentang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini ketika melihatnya dari udara, apalagi berkesempatan untuk melihatnya lebih lama. Siapa saja tentu akan betah berlama-lama di udara. Eksotisme sebuah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; terlihat jelas dengan berbagai elemen-elemen pendukung seperti sungai, bangunan dan bukit disekelilingnya. Bahkan Sungai Mahakam terkesan perkasa dan meliuk indah di tengah kehidupan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang metropolis. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selasa (14/4) lalu, Saya berkesempatan ikut dengan Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Kota Besar (Kasat Lantas Poltabes) Samarinda Komisaris Polisi Nugrah Trihadi Sik terbang dengan sebuah helikopter untuk memantau Kota Samarinda dari udara. Tujuan pemantauan ini adalah untuk melihat dan memotret beberapa titik jalan yang sering terjadi kemacetan serta digunakan untuk balapan liar. Helikopter yang digunakan adalah milik Polisi Udara Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim yang kebetulan sedang berada di Samarinda mengantar Kapolda Kaltim Irjen Pol Andi Masmiyat untuk menghadiri sebuah acara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Helikopter ini akan membawa tiga orang, Nugrah Trihadi, Jasmin Jafar yang merupakan kontributor Trans TV, tugasnya mengambil video dan seorang fotografer untuk mengambil gambar. Saya kebetulan mendapat tugas menjadi fotografer.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum terbang, Pilot Iptu Indra Pnb dan co-pilot Iptu Eko Budi Santoso Pnb melakukan pertemuan. Pertemuan ini mengatur tujuan penerbangan dan menentukan posisi-posisi untuk mengambil gambar. Usai pertemuan, Pilot memerintahkan seorang teknisi untuk mencabut pintu depan dan mengikat pintu belakang yang bermodel pintu geser agar tidak tertutup. Jadinya helicopter tersebut terbang tanpa pintu baik kanan maupun kiri. Hal ini dilakukan agar saat pengambilan gambar tidak mengalami gangguan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekitar pukul 11.00, pesawat mulai take off meninggalkan bandara temindung. Saat terbang meninggalkan bandara, helicopter tetap mengikuti rute seperti pesawat pada umumnya saat keluar dari runway. Tidak serta merta langsung terbang, ada aturan yang harus diikuti saat meninggalkan bandara. Usai mencapai ketinggian yang ditentukan, pilot mulai mengarahkan pesawat ke beberapa titik pengambilan gambar yang telah ditentukan. ketinggian pesawat saat terbang mencapai 1500 kaki atau sekitar 450 meter. Ketinggian ini persis dibawah ketinggian awan yang ada di Kota Samarinda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitu sampai diatas, perasaan kagum, takut dan haru berbaur menjadi satu. beberapa saat tugas mengambil gambar terlupakan akibat persaan yang berkecamuk tadi. Untung saja ada yang mengingatkan, jika tidak tugas utama sebagai fotografer tentu terabaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya mendapat tempat duduk di pintu bagian kanan, sedangkan pengambil video berada di tengah dan Nugrah Trihadi berada di sisi kiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada titik tertentu helicopter miring beberapa derajat sambil berputar beberapa kali. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pengambil gambar untuk focus kepada satu titik pengambilan gambar. Jika dirasa cukup, helicopter akan melakukan hal yang sama di titik lain. Sedikitnya ada belasan titik yang menjadi sasaran pemotretan. Sekitar pukul 12.00, pesawat kembali mendarat dengan selamat di Bandara Temindung. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Catatan Swara Kaltim dari atas udara, Samarinda terlihat begitu indah dan tidak tampak saat melihat dari darat. Liukan Sungai Mahakam terlihat begitu mempesona membelah Kota Samarinda. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa pengamatan yang memang harus dijadikan evaluasi oleh Pemerintah setempat. Seperti Bandara Temindung yang berada di tengah padatnya perumahan penduduk. Pembangunan bandara baru memang harus disegerakan, agar Bandara Temindung tidak terlihat mengancam bagi warga Kota Samarinda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kesan padat Kota Samarinda juga sangat terasa jika dilihat dari udara, terutama di daerah anak Sungai Mahakam. Rencana relokasi memang perlus segera dituntaskan agar kesan kumuh segera hilang. Namun di luar semua kekurangan yang dimiliki, Kota Samarinda sebenarnya sangat indah. Kota Samarinda bisa dikatakan anugerah bagi kita semua, tinggal bagaimana kita menjaganya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-2140036033090063362?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/2140036033090063362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=2140036033090063362&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/2140036033090063362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/2140036033090063362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2009/04/berkeliling-samarinda-dari-udara.html' title='Berkeliling Samarinda Dari Udara Menggunakan Helikopter'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SedIAicbxhI/AAAAAAAAAG8/qVdHwTuVyWY/s72-c/DSC_0861.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-1782236862811453497</id><published>2008-10-10T04:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T04:57:03.034-07:00</updated><title type='text'>Muhammadiyah dan Laskar Pelangi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SO9BgHxgbwI/AAAAAAAAAEo/V6kdtt-lWjg/s1600-h/edit+4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SO9BgHxgbwI/AAAAAAAAAEo/V6kdtt-lWjg/s400/edit+4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255491310262972162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SO9BR399hsI/AAAAAAAAAEg/TvX2CrpUVz4/s1600-h/edit+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SO9BR399hsI/AAAAAAAAAEg/TvX2CrpUVz4/s400/edit+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255491065502074562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SO9BEodSNjI/AAAAAAAAAEY/gukp_-ZMu20/s1600-h/edit+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SO9BEodSNjI/AAAAAAAAAEY/gukp_-ZMu20/s400/edit+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255490838000186930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film laskar pelangi bisa di katakan filmnya Muhammadiyah. Sepertinya begitu, Film Muhammadiyah pertama yang masuk layar lebar. Film tersebut memang meceritakan Ikal, Lintang serta Bu Muslimah. Namun secara tidak langsung juga menggambarkan perjuangan Muhammadiyah dan orang-orang yang ada di dalamnya. Perjuangan dengan penuh keterbatasan untuk mencerdaskan anak bangsa tanpa harus memaksakan muridnya untuk masuk Muhammadiyah. Beberapa dialog juga tampak membesarkan Muhammadiyah, "ini adalah sekolah islam pertama, dan satu-satunya yang ada di belitong yang diperuntukkan bagi siapa saja", atau ketika pak zul protes kepada salah satu juri cerdas cermat yang mencurigai Lintang berbuat curang, "SD Muhammadiyah adalah sekolah terhormat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, film ini begitu menggugah. Jauh lebih dahsyat ketimbang film ayat-ayat cinta. Film ayat-ayat cinta, mengajak kita lebih banyak berkhayal tentang pasangan hidup ideal dan perfect seperti Fahri -bagi wanita- dan Aisya -untuk yang pria-. Namun laskar pelangi mengajak kita untuk menyelami sebuah kehidupan tentang orang yang menjalani hidup ini dengan keras. Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses untuk mendapatkan pendidikan murah dan berkualitas, hadir sekolah yang hampir tutup, hampir roboh, sering di jadikan kandang kambing, dan basah jika hujan karena bocor. Di sekolah itu, anak-anak membangun cita-cita, membangun mimpi demi masa depannya. Walau penuh dengan keterbatasan, mimpi mereka tak pernah hilang. pun ketika harus kehilangan kepala sekolah yang penuh semangat, Bu Mus yang berkabung, mereka tetap teguh mengejar mimpi. Karena hidup memang berawal dari mimpi, demikian kata bondan prakoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat realitas sekarang, kita memang terkungkung dalam kubangan kapitalisme. tak ada lagi sekolah murah berkualitas. semuanya di ukur dengan uang. Perguruan tinggi berlomba-lomba menjadi BHMN, Banyak berdiri sekolah terpadu, yang bisa di pastikan tidak bisa terjangkau oleh mereka yang miskin dan terpinggirkan. Anehnya Muhammadiyah juga mulai ikut-ikutan bikin sekolah mahal, jauh dari cerita masa lalunya yang begitu cemerlang dalam membangun bangsa ini. Uang masuk hampir 5 juta rupiah, uang SPP yang tinggi, belum uang les, kursus, dan ekstar kurikuler. keberpihakan itu mungkin telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah cerita dari pulau belitong, semoga menggugah kita semua untuk lebih peduli dengan kaum marjinal yang kian hari terus terpinggirkan oleh proyek kapitalisme. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Film ini membuatku bangga menjadi anggota Muhammadiyah. Hati kecil saya langsung menolak, dan saya pun langsung meralat, maksudnya bangga dengan para founding father pesyarikatan ini. Serta bangga kepada mereka yang hingga hari ini masih menjalankan apa yang di ajarkan Ahmad dahlan. Apa itu? Tentang surah Al-ma’un…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catatan: koleksi foto di ambil dari http://www.laskarpelangithemovie.com/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-1782236862811453497?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/1782236862811453497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=1782236862811453497&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1782236862811453497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1782236862811453497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2008/10/muhammadiyah-dan-laskar-pelangi.html' title='Muhammadiyah dan Laskar Pelangi'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SO9BgHxgbwI/AAAAAAAAAEo/V6kdtt-lWjg/s72-c/edit+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-3467576704948211321</id><published>2008-07-24T02:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T02:41:32.579-07:00</updated><title type='text'>HAMKA, sosok yang mengajarkan kesederhanaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SIhOI0Ua-_I/AAAAAAAAAEQ/KRcJ7bpr47M/s1600-h/hamka.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SIhOI0Ua-_I/AAAAAAAAAEQ/KRcJ7bpr47M/s200/hamka.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226513280953678834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Saya masih teringat dalam satu kongres, kaki saudara Udin terletak diatas dada Mr. Kasman, dengan tidak sengaja lantaran kepayahan sesudah rapat. Dan kepala saudara Sudirman (almarhum Jenderal Sudirman), satu bantal dengan kepala saudara Muljadi Djojomartono. Dan saudara Tjitrosuwarno gelisah mendengar keruh (dengkur) saudara H. Abdullah dari Makassar.”&lt;/i&gt;(Tulisan Hamka yang dimuat di Muhammadiyah Nomor 31 Januari 1953)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini, ketika saya baca langsung menyentuh relung hati saya yang paling dalam. Otak saya berfikir dan menggambarkan kondisi saat itu yang sangat jelas di ceritakan oleh Buya Hamka. Hati saya saya pun langsung rindu untuk mengalaminya dan ingin berada dalamnya. Suasana dengan penuh kesederhanaan dan penuh semangat dalam bermuhammadiyah. Otak saya terus saja berfikir, mungkin saking sederhananya fenomena itu bisa terjadi. Ruang yang sempit, ini tergambar jelas dengan adanya kaki yang naik ke dada Mr. Kasman. Serta minimnya fasilitas seperti kurangnya bantal sehingga harus satu bantal dua orang.&lt;br /&gt;Hari ini, menjelang satu abad Muhammadiyah, cerita itu sepertinya hanya akan menjadi kenangan. Cerita yang suatu saat akan menjadi dongeng penghias tidur anak cucu kita kelak. Megapa? Karena memang Muhammadiyah telah berubah. Perubahan itu ditandai dengan adanya gejala elitisme gerakan di pengurus Muhammadiyah. Banyak kita saksikan pimpinan Muhammadiyah yang membentuk dirinya menjadi kaum elit, atau membangun citra elit dalam dirinya. Sehingga mereka yang berada pada tataran structural paling bawah dalam persyarikatan memandangnya seolah sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita akui bahwa Muhammadiyah memang megah dari luar, tapi keropos dari dalam. Kekurangan kader merupakan contoh real yang suatu saat membuat Muhammadiyah hanya tinggal nama. Anehnya gejala ini seolah hanya sebuah cerita tanpa penyelesaian yang serius. Melihat Muhammadiyah yang akan datang, lihatlah kader Muhammadiyah hari ini, sayangnya kader yang disiapkan itu kurang, malah tidak ada. Perhatian terhadap pembinaan kader ini yang mesti dan segera menjadi prioritas gerakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang satu abad memang kita mesti berbenah, belajar dari sejarah adalah salah satu jalannya. Ketika saya membayangkan menjadi bagian dalam cerita Buya Hamka tadi, maka saya akan memilih tidur satu bantal dengan Jenderal sudirman yang menjadi idola saya sejak kecil. Atau dengan Mr. Kasman agar seliruh isi otaknya yang penuh muatan ilmu bisa saya pindahkan ke kepala saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sering melihat para pimpinan Muhammadiyah seolah menjadi kaum elit, susah ditemuin, orientasi gerakan yang tidak lahir dari semangat para founding father. Belum lagi pada tataran pimpinan amal usaha. Saya sering mengurut dada karena banyaknya pimpinan amal usaha yang membuat dirinya bak raja. Tidak nurut dengan pimpinan persyarikatan, bahkan ada yang berani melawan. Sungguh kehidupan bermuhammadiyah yang membuat semangat saya runtuh seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, secara pribadi rindu dengan sosok seperti Pak AR. Sosok yang sangat zuhud, memandang kehidupan dengan begitu sederhana sehingga kehidupan setenang air yang mengalir. Potret kehidupan seperti yang di gambarkan Buya memang sudah tidak ada, alasannya mungkin karena zaman telah maju, fasilitas sudah lengkap dan sayang jika tidak digunakan. Namun menjadi diri yang sederhana dan bersahaja ditengah pusaran globalisasi merupakan mutiara di tengah gubangan lumpur. Saatnya memang kita kembali kepada ruh perjuangan yang sudah ditanamkan sejak dulu. Orientasi profit harus kita buang jauh-jauh, karena Muhammadiyah lahir ditengah kesulitan masyarakat akiibat penindasan penjajah. Orientasi social dan dakwah mesti menjadi priorotas utama. Mudah-mudahan sekolah Muhammadiyah yang mahal hanya cerita dongeng belaka, dan sekolah murah dan berkualitas betul-betul menjadi realita dan bukan dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tulisan Hamka menyebutkan, “segala kesulitan telah pernah kita atasi, dengan sikap diam, tenang dan maaf. Ketahuilah bahwa Indonesia ini masih banyak “adik-adik” yang harus kita didik dengan keteguhan hati. Sjiblih berkata, ‘Teladanlah kayu di rimba. Dilempar orang dia dengan batu. Lalu dibalasnya dengan buah. Sebanyak batu naik, sebanyak buah turun.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-3467576704948211321?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/3467576704948211321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=3467576704948211321&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/3467576704948211321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/3467576704948211321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2008/07/hamka-sosok-yang-mengajarkan.html' title='HAMKA, sosok yang mengajarkan kesederhanaan'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/SIhOI0Ua-_I/AAAAAAAAAEQ/KRcJ7bpr47M/s72-c/hamka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-7389134264346146671</id><published>2008-06-09T07:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T08:05:22.484-07:00</updated><title type='text'>Amien Rais dan Kepemimpinan Nasional</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) harus kita akui merupakan ijtihad politik tokoh reformasi Amien Rais. Pasca orde baru runtuh, Amien Rais dihadapkan dua pilihan. kembali mengikuti keinginan pribadinya untuk kembali menekuni aktifitas dakwahnya lewat persyarikatan Muhammadiyah, atau memenuhi harapan teman-teman dan pendukungnya untuk meneruskan perjuangan reformasi dan melanjutkan tugasnya sebagai salah seorang tokoh gerakan reformasi. Bahkan di PP Muhammadiyah kala itu terbagi menjadi dua kelompok.&lt;br /&gt;Yang paling bersemangat untuk mendorong Amien Rais menuntaskan agenda refornasi dengan terjun lansung ke kancah politik adalah Syafii Maarif dan Yahya Muhaimin. Akhirnya Amien Rais memutuskan untuk terjun langsung ke gelanggang politik. Tawaran dari partai politik pun banyak berdatangan. Salah satu yang paling getol adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan PPP menawarkan tempat baginya sebagai ketua MPP.&lt;br /&gt;Namun dengan identitas PPP yang menurut Amien masih belum sesuai dengan keinginannya. Karena ia ingin membuat partai relijius, tidak eksklusif melainkan inklusif, tidak homogen yang tertutup namun sangat pluralis dan terbuka. Hal inilah yang membuatnya harus segera membuat partai baru. Untuk memantapkan hatinya, ia kemudian membawa masalah ini ke sidang Tanwir Muhammadiyah – sidang yang berada di bawah satu tingkat dengan Muktamar- di Semarang, Jawa Tengah. Akhirnya dengan suara bulat sidang meminta Amien untuk membuat partai baru dn tidak bergabung dengan partai lama.&lt;br /&gt;Satu hari sebelum deklarasi, Amien mengundang seluruh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia. Amien menjelaskan secara rinci tentang rencana deklarasi partai beserta alasan-alasan politik maupun relijius yang menjadi pertimbangannya. Untuk memperkuat, dipaparkanlah sejumlah ayat dan hadits disamping alasan politik dan sejarah yang menjadi pertimbangan. Akhirnya mereka mampu memahami “ijtihad politik”nya untuk mendirikan sebuah partai politik baru dengan prinsip pluralisme dan keterbukaan. Maka keesokan harinya, 23 Agustus 1998, bendera bergambar matahari putih dengan latar belakang warna biru dikibarkan di senayan dengan gegap gempita dihadapan ribuan massa.&lt;br /&gt;Itulah Amien Rais, tokoh paling fenomenal di era reformasi saat ini. Jauh sebelum mendirikan PAN ia sudah sering mengkritik pemerintah orde baru. Kala itu Soeharto benar-benar memanfaatkan kekuasaannya hingga tidak ada satupun berani mengkritiknya. Mengambil istilah dikalangan Muhammadiyah, syaraf takut Amien sudah putus.&lt;br /&gt;Tak heran jika sejak awal isu ia akan naik menjadi ketua PP Muhammadiyah pak Harto meminta para intelejennya untuk mencegah. Pak Harto sadar bahwa orang sederhana ini akan menjadi penghambat langkahnya. Beberapa hari kemudian intelejen melaporkan bahwa sulit membendungnya, malah akan menimbulkan reaksi anti-soeharto. Sedangkan untuk membuat faksi-faksi di tubuh Muhammadiyah sulit dilakukan misalnya dengan membuat Muhammadiyah tandingan. Hal ini seperti yang terjadi di tubuh NU sebagaimana dulu Abu Hasan membuat NU tandingan. Akhirnya Amien terpilih dengan suara 98,5 %. Namun ditengah perjalanan memimpin Muhammadiyah, Amien akhirnya dihadapkan pada dua pilihan hingga akhirnya beliau memilih menuntaskan agenda reformasi.&lt;br /&gt;Pada saat Muktamar di Aceh –muktamar naiknya Amien menjadi ketua PP Muhammadiyah- pak Harto hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, pak Harto mengaku dirinya adalah bibit Muhammadiyah yang ditanam untuk bangsa karena beliau murid di sekolah Muhammadiyah. Pengakuan pak Harto itu diikuti pejabat mulai dari minta, koramil dan lurah. Semua mengaku dekat dengan Muhammadiyah. Harmoko pernah menjadi pengurus ranting, Mar’ie Muhammad mengaku lahir di rumah Muhammadiyah di Surabaya. Semua pejabat jadi ramah dengan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Yahya Muhaimin mengatakan kepada Amin bahwa pidato Soeharto itu isyarat agar Amien berhenti mengkritiknya, berhenti melancarkan isu-isu suksesi karena punya latar belakang sama yakni sama-sama Muhammadiyah. Akhirnya Soeharto pun tumbang oleh orang yag selama ini ditakutinya.&lt;br /&gt;Itulah Amin Rais, sosok yang begitu kharismatik dengan berbagai kelebihan-kelebihan yang dimilikinya sebagai seorang pemimpin. Di akhir hayat Soeharto, Amien Rais dengan berani menyerukan untuk memaafkannya. Pemerintah diminta segera memberi ampunan tanpa perlu menunggu meninggal dan tanpa lewat pengadilan. Lagi-lagi sosok Amien Rais yang begitu berjiwa besar hadir terpampang jelas di hadapan kita. Sosok yang bukan kita ketahui berasal dari masa lampau apalagi dari negeri dongeng. Ia ada dan masih bisa kita saksikan sorot matanya yang tajam dengan penampilan yang sederhana. Karena pemimpin yang baik serta berjiwa besar tidak hanya ada di dunia mimpi, Amien Rais lah kenyataanya. Wallahu a’lam bishshawab...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-7389134264346146671?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/7389134264346146671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=7389134264346146671&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/7389134264346146671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/7389134264346146671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2008/06/amien-rais-dan-kepemimpinan-nasional.html' title='Amien Rais dan Kepemimpinan Nasional'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-6753982586800092456</id><published>2008-03-28T00:58:00.000-07:00</published><updated>2008-03-28T18:56:42.575-07:00</updated><title type='text'>Menilik Orang Muhammadiyah di Kaltim Yang Jadi Birokrat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai organisasi masyarakat yang sudah cukup tua (walau bukan yang paling tua), Muhammadiyah sejak 1912 hingga saat ini telah mampu menelurkan banyak tokoh yang mampu membawa perubahan di zamannya. Sebut saja panglima besar Sudirman, Soekarno, M. Roem hingga Amien Rais. Semuanya mampu menampilkan kemoderatan dalam memimpin dan mampu menunjukkan keshalehan dalam beribadah maupun bermuamalah. Ini semua menjadi bukti real keberhasilan Muhammadiyah walaupun di kalangan nasionalis dan kaum awam kemuhammadiyahan mereka tidak pernah diketahui.&lt;br /&gt;Jika kemudian kita menilik tokoh-tokoh birokrasi Kaltim yang berasal dari muhammadiyah maka penulis mengambil tiga sample pemimpin atau kepala daerah untuk dijadikan potret pemimpin masa kini. Mereka adalah, Ridwan Suwidi (Bupati Kab. Paser), Jusuf Serang Kasim (Walikota Tarakan), dan Sopyan Hasdam (Walikota Bontang). Memilih mereka tentu ada alasan, alasan yang paling menonjol adalah keterlibatan mereka yang secara tersurat (melalui SK) pernah duduk di structural Muhammadiyah. Kemudian mereka semua adalah contoh sukses kepala daerah dalam membangun daerahnya menjadi lebih baik, sangat baik malah. Selain mereka sebenarnya masih ada Ahmad amins (walikota Samarinda), namun yang menjadi perhatian lebih penulis adalah ketiga orang diatas  memiliki ciri maupun penampakannya sebagai Muhammadiyah cukup terasa.&lt;br /&gt;(Tulisan ini murni subjektifitas penulis, tidak ada unsur mengangkat sebuah nama apalagi menjatuhkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ridwan Suwidi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bupati tertua di Indonesia, bahkan ketuaannya mampu membawanya mendapat piagam MURI sebagai kepala daerah tertua di Indonesia, memang memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam dunia pemerintahan. Dua periode di DPRD Kaltim adalah buktinya. Kehidupan dan kesederhanaan yang ditampilkan membuat namanya mudah membumi di kalangan masyarakat khususnya masyarakat Paser. Tak heran ketika pemilihan kepala daerah di Kabupaten Paser, tanpa kesulitan sedikitpun ia mampu memenanginya dan terpilih menjadi Bupati.&lt;br /&gt;Sepanjang kepemimpinannya menjadi bupati, sikap sederhana dan bersahaja masih melekat di dirinya. Arah kebijakannya pun sangat mengarah kepada pembangunan bagi rakyat kecil. Dalam sebuah kesempatan berdiskusi dengan penulis, ia ingin di Paser ini tidak ada lagi masyarakat yang rumahnya beratap rumbia. Dengan program subsidi langsung, sudah ribuan rumah yang ia ubahnya hingga layak. Selain program yang lebih mengarah mensejahterakan rakyat, baru-baru ini Ridwan suwidi mengadakan gerakan jilbab. Gerakan ini, menurut beliau adalah sebagai upaya menjadikan Paser sebagai daerah yang agamis.&lt;br /&gt;Sebagai seorang birokrat, ia tidak pernah menjadikan dirinya sebagai sosok yang ekslusif dan sulit ditemui. Suatu ketika, Ridwan pernah memberikan nomor Hand phonenya kepada warga untuk menyampaikan keluhan dalam pembangunan. Seorang anak kecil berusia sekolah dasar penasaran dan mencoba menelpon sang Bupati. Tak disangka ternyata diangkat oleh Ridwan, serta merta sang anak kaget minta ampun. Sang bupati akhirnya melayani sang anak untuk menyampaikan keinginan yang ternyata keinginannya hanyalah memastikan nomor HP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jusuf Serang Kasim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernah menjadi Direktur Rumah Sakit Aisyiah Samarinda adalah salah satu bukti ke-Muhammadiyah-an Yusuf. Penulis sering menyebutnya di beberapa diskusi sebagai salah seorang pemimpin daerah di kaltim yang keshalehan individu dan sosialnya tidak perlu diragukan lagi. Ia juga seorang negarawan yang selalu berfikir 20 hingga 30 tahun yang akan datang, bukan 1 atau 5 tahun.&lt;br /&gt;Pemimpin yang visioner langsung terbangun di kepala penulis ketika berdiskusi beberapa waktu yang lalu. Pembangunan yang lebih menutamakan rakyat kecil adalah salah satu priotasnya. Tarakan memiliki APBD yang relative kecil dibandingkan daerah lain di Kaltim sehingga membuatnya berfikir panjang dan menggunakan dana tersebut sebaik mungkin demi kepentingan rakyat banyak. Salah satunya adalah menolak pembangunan kantor dan rumah jabatan walikota yang baru. Jusuf hanya memberikan opsi renovasi sehingga menghemat anggaran dan mampu dialihkan bagi kepentingan yang lebih baik. Dalam kurun waktu 4 tahun kepemimpinannya, perubahan mendasar yang dilakukannya langsung terasa oleh masyarakat luas. Perubahan demi perubahan terus terjadi. Ia ingin menjadikan Tarakan sebagai The New Singapore. Berbagai lahan mati dan rawa diubahnya menjadi pusat perbelanjaan, pasar dengan standar modern hingga menjamurnya hotel adalah bukti real. Pembangunan pesat dalam kurun waktu yang singkat memang merupakan bukti nyata yang membuktikan kemoderatannya. Karena sosok pemimpin visioner adalah selalu komitmen dengan apa yang diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sopyan Hasdam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walikota Tarakan dua periode ini pernah menjabat ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim dua periode. Selama dua periode menjadi walikota, Tarakan terus mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perubahan tersebut sangat terasa dengan pembangunan berbagai sarana umum yang langsung bersentuhan dengan masyarakat luas.&lt;br /&gt;Penulis memasukkan beliau ke dalam tulisan ini ada beberapa alasan. Pertama, kepentingan public seperti sekolah dan kesehatan menjadi perhatian utamanya. Gratis biaya rumah sakit hingga tingkat operasi merupakan bukti real yang penulis acungi jempol di tengah mahalnya biaya rumah sakit walaupun rumah sakit trersebut milik pemerintah. Ironisnya ada rumah sakit daerah yang menolak pasien karena belum mampu membayar uang muka padahal kondisinya sangat kritis atau pelayanan yang setengah hati karena pasien menggunakan kartu Gakin.&lt;br /&gt;Satu hal lagi, beliau adalah satu-satunya kepala daerah yang menerapkan program dokter keluarga. Jadi setiap beberapa keluarga masing-masing meiliki satu dokter. Ibu Hamil dan Ibu menyusui diwajibkan melakukan medical check up rutin, dan lagi-lagi gratis. Malah jika ada yang tidak melakukan check up rutin terkena denda dan harus membayar denda tersebut.&lt;br /&gt;Yang unik dari pengamatan penulis adalah, menikahkan pasangan mudai-mudi yang ketahuan berdua-duaan alias mojok. Selain itu juga berlaku jam khusus pelajar, jika ketahuan ada pelajar yang keluyuran pada jam-jam tertentu akan di tangkap oleh petugas dan diberikan hukuman. Kalau masalah sekolah, sudah pasti Bontang menerapkan sekolah gratis. Karena Sopyan menyadari, dari beberapa presentasi beliau yang penulis ikuti, sekolah adalah hak dasar masyarakat. Sehingga kebutuhan sekolah gratis dan berkualitas mutlak disediakan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Kedua, kemampuan Sopyan Hasdam memanfaatkan dua perusahaan besar yang ada di Bontang. Perusahaan yang berskala nasional dan internasional tersebut adalah PT. Badak dan PT. PKT. Community Development dan CSR dari perusahaan tersebut mampu dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan masyarakat Bontang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga daerah diatas, adalah daerah yang menurut penulis sangat sukses dalam pembangunan. Namun, tentu bukan sebuah kebetulan jika mereka ternyata adalah orang Muhammadiyah. Disinilah peran Muhammadiyah sesungguhnya, melahirkan dan terus melahirkan generasi-generasi yang mampu menjadi pemimpin yang visioner dan moderat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-6753982586800092456?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/6753982586800092456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=6753982586800092456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/6753982586800092456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/6753982586800092456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2008/03/menilik-orang-muhammadiyah-di-kaltim.html' title='Menilik Orang Muhammadiyah di Kaltim Yang Jadi Birokrat'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-1180310860822323799</id><published>2008-02-05T00:20:00.000-08:00</published><updated>2008-02-05T00:29:20.796-08:00</updated><title type='text'>Hidup adalah episode</title><content type='html'>Hidup memang terdiri dari berbagai episode. Ada bagian-bagian yang mesti kita lewati dalam menjalani hidup ini. Setiap bagian tersebut selalu mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Di setiap episode selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. memang tidak semua episode tersebut selalu gembira, terkadang malah sedih. Namun, sekali lagi episode-episode dalam kehidupan adalah cara Allah untuk menguji hambanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-1180310860822323799?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/1180310860822323799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=1180310860822323799&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1180310860822323799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1180310860822323799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2008/02/hidup-adalah-episode.html' title='Hidup adalah episode'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-8054704716533725565</id><published>2007-10-05T22:44:00.000-07:00</published><updated>2007-10-05T23:19:17.921-07:00</updated><title type='text'>Penuh Pengalaman....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/Rwcow0s6DyI/AAAAAAAAABc/nEKsjdu2_yE/s1600-h/P6170092.JPG"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/Rwcow0s6DyI/AAAAAAAAABc/nEKsjdu2_yE/s200/P6170092.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118104320775687970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap detik yang berlalu adalah sejarah yang tercatat dalam lembaran sejarah hidup kita. Sebaik maupun sejelek apapun yang kita lewati, itulah yang tertulis. Sejarah tersebut, adalah pengalaman-pengalaman yang akan menjadi pelajaran buat kita.&lt;br /&gt;kita akan tahu, dimasa yang akan datang pengalamanlah yang akan membantu kita dalam mengarungi hidup.&lt;br /&gt;Kita tidak selalu menemukan hal baru, malah kebanyakan peristiwa yang terjadi sering kita alami.  Baik itu pengalaman pribadi maupun bermasyarakat.  Hanya orang dungu yang mau masuk  dalam lobang yang sama dua kali.  peristiwa yang akan kita lalui nanti juga tentunya akan sama dengan yang hari ini maupun kemarin kita alami, hanya sedikit beda setting waktu dan tempat.&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman merupakan sebuah keharusan. Tak heran jika Soekarno pernah berpesan, "jangan sekali-kali kamu melupakan sejarah". Ya... sejarah adalah pengalaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-8054704716533725565?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/8054704716533725565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=8054704716533725565&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/8054704716533725565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/8054704716533725565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2007/10/penuh-pengalaman.html' title='Penuh Pengalaman....'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/Rwcow0s6DyI/AAAAAAAAABc/nEKsjdu2_yE/s72-c/P6170092.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-7834680622060809073</id><published>2007-09-26T22:37:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T22:52:21.797-07:00</updated><title type='text'>Tidak Semua yang kita inginkan tercapai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berbedanya hasil dengan apa yang kita inginkan memang sebuah ketetapan yang ditetapkan oleh Allah. Apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Allah itu baik. demikian pula sebaliknya, apa yang menurut kita jelek belum tentu menurut Allah jelek, mungkin saja itu baik buat kita.&lt;br /&gt;Penyesalan timbul akibat ketidak terimaan terhadap apa yang kita dapat dan kita hadapi. memang jauh panggang dari api, tapi itulah yang terbaik.&lt;br /&gt;apapun yang kita lewati merupakan sebuah proses dalam menjalani hidup. proses tersebut yang ternyata mendidik kita untuk menjadi lebih dewasa dan bijak dalam mengarungi ganasnya kehidupan.&lt;br /&gt;sulit memang, karena saya pun merasakan betapa sulitnya menerima itu semua. namun memang itulah hidup. mundur jelas tidak mungkin. satu-satunya jalan adalah menghadapi dengan segala daya dan upaya yang kita memiliki. Semoga Allah selalu memberi jalan sehingga apapun yang kita hadapi diberi kemudahan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-7834680622060809073?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/7834680622060809073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=7834680622060809073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/7834680622060809073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/7834680622060809073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2007/09/tidak-semua-yang-kita-inginkan-tercapai.html' title='Tidak Semua yang kita inginkan tercapai'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-297721540832012262</id><published>2007-09-26T00:06:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T00:20:26.807-07:00</updated><title type='text'>Tantangan itu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/RvoH_0s6DuI/AAAAAAAAAA8/5DVJ_vlJOgE/s1600-h/awra...4.JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/RvoH_0s6DuI/AAAAAAAAAA8/5DVJ_vlJOgE/s400/awra...4.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114409119892770530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap detik yang akan kita lewati adalah tantangan. Jadi, setiap detik yang kita lewati adalah sebuah prestasi yang telah berhasil kita lalui. Kita tidak tahu, detik berikutnya tantangan apa yang akan kita hadapi.&lt;br /&gt;Tantangan tersebut memang beragam, terkadang menakutkan sehingga kita ketakutan dan menganggap hidup kita tak berarti. Ketidak sanggupan menghadapi tantangan tersebut memang sering membuat kita lemah dan ingin menyerah. Sayangnya kita tidak bisa menghindar. sekuat dan selemah apapun kita, tantangan itu mesti menghampiri, setiap detik, setiap menit, setiap jam...&lt;br /&gt;kita memang mesti berdoa memohon kekuatan. karena kita tahu, dengan itu semua kita merasakan sebagai makhluk yang amat lemah dan membutuhkan bantuan kepada Nya yang serba maha.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-297721540832012262?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/297721540832012262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=297721540832012262&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/297721540832012262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/297721540832012262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2007/09/tantangan-itu.html' title='Tantangan itu...'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/RvoH_0s6DuI/AAAAAAAAAA8/5DVJ_vlJOgE/s72-c/awra...4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-6572392888644910372</id><published>2007-09-25T00:34:00.000-07:00</published><updated>2007-09-25T00:43:41.412-07:00</updated><title type='text'>Seringnya Hidup meninggalkan penyesalan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perjalanan waktu yang kita lalui dalam mengarungi hidup ini sering bermula dari sebuah keputusan yang kita ambil. Akan belajar, kuliah, kerja bahkan kawin adalah bermula dari sebuah keputusan. Keputusan yang tepat tentu akan membuat kita menjadi lebih baik mengarungi hidup ini. Namun jika salah, tentunya penyesalan yang akan kita hadapi kemudian.&lt;br /&gt;penyesalan ternyata yang lebih sering singgah dalam hidup ini. "kenapa bukan ini kemarin yang kuambil" atau "kenapa tidak yang itu saja, kalau yang itu tentu bukan seperti ini yang ku alami". demikian ungkapan jika merasa langkah yang diambil salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sebenarnya jalan yang benar itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-6572392888644910372?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/6572392888644910372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=6572392888644910372&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/6572392888644910372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/6572392888644910372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2007/09/seringnya-hidup-meninggalkan-penyesalan.html' title='Seringnya Hidup meninggalkan penyesalan'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-7091327939690685399</id><published>2007-08-16T01:45:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T01:53:22.017-07:00</updated><title type='text'>waktu yang tak pernah berhenti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;waktu memang tak pernah brhenti...&lt;br /&gt;semakin kita diam, maka waktu akan meninggalkan kita. untu mengejarnya tentu akan sulit. masih untung jik waktu menyalip begitu saja, coba kalau sampai melindas kita, maka waktu adalah pedang.&lt;br /&gt;jika ingin merasakan nikmatnya satu bulan, maka tanyakan pada para pegawai. betapa lamanya satu bulan menunggu waktu gajian. jika ingin merasakan nikmatnya satu detik, tanyakan pada pelari yang kehilangan waktu satu detiknya sehingga gagal meraih medali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah waktu....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-7091327939690685399?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/7091327939690685399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=7091327939690685399&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/7091327939690685399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/7091327939690685399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2007/08/waktu-yang-tak-pernah-berhenti.html' title='waktu yang tak pernah berhenti'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-3237437840449941008</id><published>2007-08-13T17:43:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T00:22:20.324-07:00</updated><title type='text'>berani hidup, berani bosan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/RsD7_I872SI/AAAAAAAAAAM/Z7CrmVFPI9c/s1600-h/upload.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/RsD7_I872SI/AAAAAAAAAAM/Z7CrmVFPI9c/s320/upload.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098351840336795938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hidup memang penuh liku, yang selalu berubah-ubah dan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di satu sisi ini merupakan sebuah hal yang menarik yang dapat membuat hidup kita lebih bermakna dan tentu saja lebiha berkesan. namun di balik keterkesanan itu terkadang hidup juga membuat kita bosan.&lt;br /&gt;Bosan menjalani rutinitas, bosan menjalani kehidupan ini yang tidak pernah habis masalahnya. Jadi sekarang masalahnya apa?&lt;br /&gt;ya kembali ke masalah awal tadi. bosan juga merupakan salah satu lika liku hidup, yang mesti kita pecahkan dan selesaikan agar hidup kita lebih bermakna. tidak sanggup menghadapi kebosanan berarti belum bisa menghadapi semua permasalahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-3237437840449941008?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/3237437840449941008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=3237437840449941008&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/3237437840449941008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/3237437840449941008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2007/08/berani-hidup-berani-bosan.html' title='berani hidup, berani bosan'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/RsD7_I872SI/AAAAAAAAAAM/Z7CrmVFPI9c/s72-c/upload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-1766681246626039488</id><published>2007-07-31T20:56:00.000-07:00</published><updated>2007-08-01T00:40:46.727-07:00</updated><title type='text'>hidup adalah kejutan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Berani hidup berarti berani menerima kejutan. berapa banyak peristiwa yang kita lalui ternyata bukan dari sebuah perencanaan. berapa persen dari rencana kita yang sesuai dengan yang kita harapkan. coba hitung! sedikit kan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;inilah hidup, unik memang. tapi disinilah sesungguhnya dinamika kehidupan. dinamika yang membuat hidup menjadi lebih berarti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;buat kalian semua, selamat menempuh hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-1766681246626039488?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/1766681246626039488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=1766681246626039488&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1766681246626039488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/1766681246626039488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2007/07/hidup-adalah-kejutan.html' title='hidup adalah kejutan'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6290220059280061805.post-6300495157252928720</id><published>2006-11-11T04:36:00.000-08:00</published><updated>2006-11-11T04:56:49.345-08:00</updated><title type='text'>selamat datang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/5485/767849128330085/1600/anggreks.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/5485/767849128330085/320/anggreks.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Assalamu'alaikum....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;sebenanrnya sih saya gak punya keinginan tuk buat blog. Namun ada satu tekad yang kuat tuk memanfaatkan sebuah media untuk bisa menulis. kenapa menulis? karena saya terinspirasi dari sebuah kalimat yang diucapkan seseorang dan saya lupa namanya yang terdapat dalam buku dunia kata karya Fauzhil Adhim. bunyinya kalau gak salah begini, "menulis itu dapat memecahkan masalah-masalah kompleks...." Hmmm.. kalo gak salah memang begitu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Blog ini bukan buat pamer diri, tapi buat berbagi pengalaman kemudian memohon masukan. Ya gak...?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anggrek... Kenapa Anggrek yang jadi salam pembuka blog ini? karena memang saya suka. Bagi siapa saja yang ingin bertukar anggrek dengan saya, boleh saja. Tapi anggrek saya baru dua, yang satu masih kecil, yang satunya lagi baru aja mau berbunga. nah bunganya persis seperti menggambar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lambang anggrek tersebut bukan berarti saya gak normal, malah lebih dari normal.. he... he....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;ya itu aja dulu...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;entar ada banyak tulisan dari saya selamat menikmati silahkan dikritik sepuas mungkin.....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;wassalamu'alaiku....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6290220059280061805-6300495157252928720?l=awal-jalil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awal-jalil.blogspot.com/feeds/6300495157252928720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6290220059280061805&amp;postID=6300495157252928720&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/6300495157252928720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6290220059280061805/posts/default/6300495157252928720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awal-jalil.blogspot.com/2006/11/selamat-datang_11.html' title='selamat datang'/><author><name>awaluddin jalil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05823453671713798351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k0snQ95u79M/TApUonXrEZI/AAAAAAAAAHw/N1NGTDx9YQU/S220/avatar.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
